Selasa, 07 September 2010

Watsyap Jakerda?

JAKERDA, panggilan sayang saya terhadap Ibukota Jakarta, dulu di jaman kolonial bernama Batavia, pada tanggal 22 Juni 1964, ditetapkan oleh presiden Soekarno sebagai ibukota Republik Indonesia. Meski mendapatkan polemik, Soekarno memperkuat penetapan ini melalui UU No 10 tahun 1964. Saat itu, Bung Karno mengajukan sejumlah alasan kenapa Jakarta menjadi pilihan, yaitu, karena Jakarta tempat proklamasi, pusat revolusi kemerdekaan, pusat penemuan pancasila, dan segi teknis seperti kesiapan infrastruktur, dan lain sebagainya.



Senin, 06 September 2010

The God of Facebook

One day I read an interesting trivia news about Mark Zuckerberg, the creator of the well-known Facebook. The news said that Mark has intentionally made his account as the only unblocked one. Try to block Mark’s page, and you’ll see an error message like this, “Sorry! The blocking system is overloaded. Please wait a few minutes and try again.” (the message seems to be changing all the time) and then you’ll have to click the “Okay” button, whether you want it or not. The same message won’t appear if you try to click any other account.

If you are a facebooker, you might know the function of reporting or blocking a person’s account. When you block an account, the person who owns the account won’t be able to find you anywhere in Facebook “realm” through that account. You will then be invisible to him/her. I applied that to Rhoma Irama’s account right after trying to block Mark’s, and it works. After succesfully blocking Rhoma’s account, I gave another shot to Mark’s, but the error message appeared again! That reporting/blocking system obviously doesn’t work for Mark’s, its creator.

Just like you cannot hide your Facebook account from Mark Zuckerberg, so can’t you hide yourself from God. No matter how hard you try to “block” Him, God will always be able to see your “account” whenever He wants to. God is the Creator of life system, thus, He is able to do anything He wants. He’s in control.

Many people spend their efforts to hide themselves from God, even denying His existence as Stephen Hawking did recently. But that’s useless thing to do. Noone can block God out of his life, just like noone can block Mark’s account. God is Mark Zuckerberg of life, and Mark, in this sense, is the “God” of Facebook.

depresi para tentara yahudi

Menurut laporan yang diterbitkan oleh harian Israel “Yediot Aharonot”, dijelaskan bahwa dalam paruh pertama tahun 2010, sebanyak 19 tentara Zionis melakukan bunuh diri, dibandingkan dengan kasus bunuh diri sebanyak 21 pada tahun 2009 setahun penuh. Ini berarti bahwa ada peningkatan 100%  dan kasus bunuh diri di kalangan prajurit Israel. Disebutkan bahwa pada tahun tahun 2005 ada 35 tentara Zionis yang melakukan bunuh diri.

Surat kabar Israel itu mengatakan, meskipun pihak militer telah banyak mengirim psikiater untuk mengetahui alasan mengapa tentara melakukan bunuh diri, para psikiater tidak berhasil mendiagnosis masalah yang dialami oleh para prajurit Israel tersebut.Jumlah tentara yang bunuh diri sepanjang tahun 2007-2009 antara 19-24 kasus.

Meski Israel meng-umumkan gen-catan senjata sepihak, bukan berarti Israel telah memenangi perang. Fakta di lapangan menunjukkan Israel yang dilengkapi dengan senjata canggih yang sebagian belum pernah digunakan tak mampu mengalahkan para pejuang Hamas yang dengan gagah berani menghadang militer Israel de-ngan peralatan perang seadanya.

Mungkin saking frustasinya, militer yang dibangga-bangga-kan paling kuat di Timur Tengah tak bisa mengalahkan Hamas, sampai-sampai politisi ekstrim Zionis, “Israel Our Home Party”, Avigdor Lieberman mendesak pemerintah negaranya untuk menjatuhkan bom atom Jalur Gaza. Sebagaimana dilansir AFP (15/1), Avigdor menganggap hanya bom atom saja yang bisa menguburkan Gerakan Perla-wanan Islam Palestina (Hamas). Memang, selama ini tentara Israel bisa menang dalam pertem-puran udara dan laut. Tapi di darat, mereka kedodoran. Ini pernya-taan yang keluar dari mulut Menlu Israel, Tzipi Livni. Ia mengakui ketangguhan Hamas. Dalam wawancara dengan majalah Jerman Der Spiegel, Livni mengatakan bahwa militer Israel belum berhasil menghancurkan Hamas.

ini pengakuan tentara yahudi sendiri tentang kebiadaban yang mereka lakukan.

“Kami selalu diperintahkan untuk masuk ke kerumunan. Kami diperintahkan untuk menembak kota pertama kali. Kami menembak semua orang dan membunuh banyak orang pula…
“Ketika kami memasuki sebuah rumah, kami tak pernah lagi membuka pintu, dan menembak begitu saja ke dalam rumah itu… Kami menyebutnya sebagai pembunuhan. Kami bertanya pada diri sendiri, apakah ini beralasan?” ujar salah seorang dari mereka. Yang membuat mereka mengungkapkan hal ini adalah sebuah kejadian yang terus mereka ingat setelah agresi ke Gaza selelsai. “Saya melihat seorang nenek yang renta melintasi kami. Ketika lewat di depan kami, ia dibiarkan saja. Namun setelah membelakangi kami, seorang komandan menyuruh beberapa orang dari kami untuk menembaknya. Itu adalah pembunuhan yang dingin sekali… Dan kami sama sekali tak bermoral.”..tergambar betapa mereka merasa depresi akan apa yg telah mereka lakukan…

Minggu, 05 September 2010

sejarah singkat mickey mouse

Karakter Mickey Mouse menjadi sebuah simbol bagi Amerika terutama dalam penyebaran budaya AS ke berbagai belahan dunia dan menjadi lambang keceriaan. Mickey Mouse menjadi simbol The Walt Disney Company dan diri Walt Disney sendiri seperti diutarakan oleh istri Walt, Lillian. Mickey dan Walt berkembang bersama dan menjadi cermin kepribadian mereka. Presiden AS, Jimmy Carter pernah mengatakan “Mickey Mouse is the symbol of goodwill, surpassing all languages and cultures. When one sees Mickey Mouse, they see happiness.” (Mickey Mouse adalah simbol kebaikan melampaui semua bahasa dan budaya. Ketika seseorang melihat Mickey, maka ia melihat keceriaan)

Siluet kepala Mickey yang terdiri dari sebuah lingkaran besar sebagai kepala dan dua lingkaran kecil sebagai telinga menjadi logo bagi perusahaan di bawah naungan The Walt Disney Company yang menyandang nama Disney. Gambar ini juga muncul secara samar dalam berbagai film kartun Disney dan atraksi di taman hiburan Disney.

Awalnya, Mickey Mouse dibuat sebagai pengganti Oswald the Lucky Rabbit yang dibuat oleh Walt Disney dan Ub Iwerks untuk Charles Mintz dari Universal Studios namun mereka dipecat saat meminta anggaran yang lebih tinggi untuk Oswald yang populer dan sejak itu Oswald digambar oleh orang lain.

Untuk kesinambungan perusahaan, Walt harus mencari karakter baru. Dan ide tentang Mickey Mouse muncul saat Walt berada di atas kereta. Nama karakter tersebut sebelum dinamai Mickey Mouse adalah Mortimer Mouse. Namun istrinya, Lillian Disney, kurang menyukainya. Sekarang, nama Mortimer Mouse dipakai sebagai karakter musuh Mickey Mouse dalam memperebutkan Minnie Mouse.

Mickey dan Minnie Mouse muncul untuk pertama kalinya dalam Plane Crazy yang dirilis pada 15 Mei 1928.

doa pesakitan

Oleh: Emha Ainun Nadjib

GUSTI,
seperti kapan saja
kami para hamba
tak berada di mana-mana
melainkan di hadapan-Mu jua
ini sangat sederhana
tetapi kami sering lupa
sebab mengalahkan musuh-musuh-Mu
yang kecil saja, kami tak kuasa

GUSTI,
inilah tawanan-Mu
tak berani menengadahkan muka
mripat kami yang terbuka
telah lama menjadi buta
sebab menyia-nyiakan dirinya
dengan hanya menatap hal-hal maya

GUSTI,
cinta kami kepada Mu tak terperi
namun itu tak diketahui
oleh diri kami sendiri
maka tolong ajarilah kami
agar sanggup mengajari diri sendiri
menyebut nama-Mu seribu kali sehari
karena meski hanya sehuruf saja dari-Mu
takkan tertandingi

GUSTI,
kami berkumpul di sini
untuk mengukur keterbatasan kami
melontarkan beratus beribu kata
seperti buih-buih
melayang-layang di udara
diisap kembali oleh Maha Telinga
sehingga tinggal jiwa kami termangu
menunggu ishlah dari Mu
agar jadi bening dan tahu malu

GUSTI,
kami pasrah sepasrah-pasrahnya
kami telanjang setelanjang-telanjangnya
kami syukuri apapun
sebab rahasia Mu agung
tak ada apa-apa yang penting
dalam hidup yang cuma sejenak ini
kecuali berlomba lari
untuk melihat telapak kaki siapa
yang paling dulu menginjak
halaman rumah Mu

GUSTI,
lihatlah
mulut kami fasih
otak kami secerdik setan
jiwa kami luwes
bersujud bagai para malaikat Mu
namun saksikan
adakah hidup kami mampu begitu ?
langkah kami yang mantap dan dungu
hasil-hasil kerja kami yang gagah dan semu
arah mata kami yang bingung dan tertipu
akan sanggupkah melunasi hutang kami
kepada kasih cinta penciptaan Mu ?

GUSTI,
masa depan kami sendiri kami bakar
namun Engkau betapa amat sabar
peradaban kami semakin hina
namun betapa Engkau bijaksana
kelakuan kami semakin nakal
namun kebesaran Mu maha kekal
nafsu kami semakin rakus
tapi betapa rahmat Mu tak putus-putus
kemanusiaan kami semakin dangkal
sehingga Engkau menjadi terlampau mahal

GUSTI,
kamilah pesakitan
di penjara yang kami bangun sendiri
kamilah narapidana
yang tak berwajah lagi
kaki dan tangan ini
kami ikat sendiri
maka hukumlah dan ampuni kami
dan jangan biarkan terlalu lama menanti

Sabtu, 04 September 2010

selamat ulang tahun pamraku

Saat aku duduk di bangku SMP, kebetulan SMP Negeri 1 Medan, aku mengikuti ekskul PMR 013 SMPN 1 Medan. Banyak sekali kegiatan yg telah aku ikuti. Mulai dari Pancamaru, Ulang Tahun, Kaderisasi, bahkan sampai Jumbara PMI Cabang.



Saat Jumbara PMI Cabang VIII di Sibolangit (alhamdulillah saat itu PMR 013 Juara Umum di bidang Madya), saya sangat mengagumi PMR 001 SMAN2 Medan. Keramahtamahan mereka dan skil kepalangmerahan mereka jelas tidak usah diragukan. Terbukti mereka Juara Umum tingkat Wira pada saat itu. Terbesit dalam pikiran, bagaimana cara dan mekanisme mesin PMR yg satu ini bekerja?

Timbul kekaguman, salut melihat cara kerja mereka. Pelatih kami, Kak Winnie Handayani, juga jebolan PMR ternama itu.

Lanjutlah aku ke bangku SMA. Entah bagaimana aku masuk SMAN 2 Medan. Tanpa pikir panjang dan buang-buang waktu, jelas saja aku memilih 001 sebagai kegiatan ekskul. Kekaguman masa lalu salah satu penyebabnya. Mulai dari Haperba, Kemdes, dan banyak lagi bermacam-macam kegiatan yg aku ikuti semakin mempertebal loyalitas dan kesetiaanku di PMR 001. Termasuk saat seleksi masuk OSIS aku merasa aku disitu sebagai anak Pamra yg ingin mengharumkan namanya.

Serasa semu memang loyalitas ini, entah untuk apa mungkin dipikiran orang lain. Mereka tidak tahu. Mereka tidak merasakan makanya mereka tidak tahu dan tidak akan tahu. Aku rasa...

Kemdes, disaat kebersamaan kami diuji dan dipertanyakan. Apa kebersamaan kalian? Bagaimana cara kalian bersama? Ya itu semua harus dijawab. Bukan demi Wira A atau Wira B, tapi demi persahabatan dan kebersamaan. Sekali lagi, semu memang... Berpisah selama 4 hari berkemah jauh di luar kota dan jauh dari orang tua entah untuk apa, itu yg dipikiran orang. Tapi aku suka, tidak masalah karena aku suka.

Kemsa, perlombaan kepalangmerahan yg juga mengharuskan berkemah selama 4 hari di luar kota pun aku ikuti. Bersama-sama De'One (angkatanku di PMR 001) aku jalani semuanya hingga kami menjadi Juara Umum tingkat Wira (Alhamdulillah ya Rabb).

Saat ini, saat kami De'One menjadi pengurus organisasi PMR 001 ini. Saat PMR 001 ini berusia 29 tahun dan semakin tua. Kami memanggul amanat besar. Amanat untuk membesarkan nama PMR 001 ini. Dulu saat aku kagum lalu penasaran, bagaimana mekanisme mesin PMR 001 ini bekerja. Namun saat ini, aku adalah saah satu mesin itu, yg harus bisa membawa PMR yg kucinta ini kearah yg lebih baik. PMR tertua di kota Medan ini harus BISA, bisa kearah yg lebih baik.

Tunjukkan taring, kuatkan cakar, kokohkan pijakan, fokuskan penglihatan ke depan, dan robohkan semua yg mengjalang. Selamat Ulang Tahun PMR-ku, baktimu dan prinsipmu jadi amalku. Allah melindungi kita. Amin...

Kunjungi wb kami: www.pmr001medan.org

Jumat, 03 September 2010

Pelacur Markonah Sang Penipu Kelas Kakap

Raja Idrus dan Ratu Markonah. Kedua nama ini membuat geger Indonesia pada zaman presiden Soekarno. Waktu itu sekitar tahun 1950-an, Indonesia sedang berjuang membebaskan Irian Barat. Markonah berumur 50-an. Wajahnya lumayan menarik. Tapi ia memiliki cacat di matanya sehingga selalu memakai kaca mata hitam.
Pasangan suami-istri itu mengaku sebagai raja dan ratu Suku Anak Dalam, Sumatera. Mereka lantas menemui sejumlah pejabat dengan mengaku sedang melakukan muhibah ke sejumlah daerah di tanah air. Dengan dandanan yang meyakinkan, para pejabat pun menyambut dengan tangan terbuka atas kunjungan Raja Idrus dan sang permaisuri.
Hebatnya para pejabat memberikan sambutan yang luar biasa kepada mereka. Mereka dijamu, dielu-elukan, diajak foto bersama dan mendapat liputan media massa. Entah bagaimana ceritanya, kemudian ada seorang pejabat yang memperkenalkan sang raja dan ratu itu kepada Presiden Soekarno.
“Pejabat ini, saya nggak tahu namanya, menyampaikan ke Bung Karno, kalau Raja Idrus dan Ratu Markonah sudah seharusnya diterima di istana. Sebab raja dan ratu itu bisa membantu pembebasan Irian Barat,” jelas sejarahwan Universitas Indonesia (UI) Anhar Gonggong saat berbincang dengan detikcom.
Kala itu Bung Karno memang sedang membutuhkan dukungan rakyat untuk membebaskan Irian Barat yang masih dikuasai Belanda. Maka Soekarno pun mengundang Idrus dan Markonah ke Istana Merdeka. Di istana, tentu saja keduanya mendapat sambutan dan dijamu layaknya tamu terhormat. Tidak ketinggalan mereka juga diberi uang untuk misi membantu pembebasan Irian Barat. Bahkan diberitakan mereka menginap dan makan gratis di hotel selama berminggu-minggu.
Pertemuan Idrus dan Markonah dengan Bung Karno pun diberitakan media massa waktu itu. Koran Marhaen dan Duta Masyarakat waktu itu memasang foto pertemuan Markonah dengan Bung Karno. Di foto itu, Markonah dengan kaca mata hitamnya bersama sang suami berpose bersama Bung Karno. Di keterangan foto disebutkan, Raja Idrus dan Ratu Markonah akan membantu pembebasan Irian Barat.
Namuan kenyataan sering kali tidak seindah harapan. Fakta berbicara lain tentang Raja dan Ratu unik tersebut. Idrus dan Markonah yang dianggap raja dan ratu yang bisa membantu Indonesia membebaskan Irian Barat ternyata hanya penipu kelas kakap. Kedok mereka terbongkat saat suami istri itu jalan-jalan di sebuah pasar di Jakarta.
“Saat itu ada tukang becak yang mengenali Idrus, karena Idrus itu ternyata tukang becak. Dari sinilah wartawan melakukan investigasi dan membongkar kedok penipu itu. Markonah ternyata seorang pelacur kelas bawah di Tegal, Jawa Tengah. “Lucu itu, presiden kok bisa tertipu,” beber Anhar Gonggong yang kemudian tertawa terkekeh.
Anhar menganalisa, Soekarno bisa tertipu Idrus dan Markonah karena ia sedang mencari dukungan rakyat untuk proyek pembebasan Irian Barat. Selain itu juga, karena sebagai pemimpin, Bung Karno ingin menunjukkan dirinya dekat dengan rakyat. “Itu penyakit pemimpin kita, selalu ingin kelihatan dekat dengan rakyat,” ulas Anhar.
Skandal Idrus dan Markonah merupakan kasus penipuan nasional pertama yang dialami negeri ini dengan korban istana. Ternyata penipuan dengan korban istana tidak berhenti pada zaman Soekarno. Kasus serupa bahkan kembali berulang pada pemerintahan selanjutnya.